Dari “Gelas Kosong” ke Indonesia Berkelanjutan: Kerendahan Hati Intelektual, Asta Cita, dan SDGs
Penulis: Muhammad Rahmat, S.Pd.I., M.Si.Dosen Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Bayangkan sebuah gelas yang tampak penuh. Air baru tak dapat masuk sebelum ada ruang yang dibuka. Begitu pula pikiran: pengetahuan yang telah dimiliki penting, tetapi jika dianggap tidak mungkin keliru, ruang untuk belajar akan menyempit. Metafora “gelas kosong” mengajak kita menyediakan ruang itu—bukan dengan membuang […]
Continue Reading