Muhammad Rahmat, S.Pd.I., M.Si.
Dosen Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan menyusun gagasan agar dapat dipahami, diperiksa, dan dinilai oleh pembaca. Setiap tulisan memiliki tujuan, pembaca, dan aturan penyajian yang berbeda. Swales dan Feak (2012) menjelaskan bahwa pemahaman terhadap tujuan, audiens, dan genre membantu penulis menentukan cara mengembangkan serta menyusun gagasan. Karena itu, mengenali jenis tulisan sejak awal dapat membantu penulis memilih bukti dan struktur yang sesuai.
Opini menyampaikan pandangan penulis mengenai isu atau persoalan, biasanya kepada pembaca umum melalui media massa atau kanal publik. Opini yang kuat menyatakan posisi secara jelas, menggunakan alasan dan fakta yang dapat diperiksa, serta memberi pembaca sudut pandang atau rekomendasi. Penulis juga perlu memahami isu yang dibahas dan memakai bahasa yang mudah dipahami oleh sasaran pembacanya. Goh dan Bourne (2020) menekankan bahwa opini akademisi untuk media perlu bertumpu pada pengetahuan yang dikuasai, relevan dengan isu, persuasif, dan ringkas. Dengan demikian, opini tetap merupakan pandangan penulis, tetapi penyajiannya harus bertanggung jawab terhadap fakta.
Makalah membahas suatu topik secara sistematis dengan menggunakan teori, konsep, dan sumber pustaka yang relevan. Dalam tugas akademik, makalah dapat bertujuan menjelaskan persoalan, membandingkan beberapa pandangan, atau membangun analisis terhadap suatu masalah. Makalah tidak selalu melaporkan penelitian lapangan; bentuk dan kedalaman pembahasannya bergantung pada tugas serta pedoman yang berlaku. Argumen yang baik menghubungkan klaim dengan bukti dan penalaran, serta mempertimbangkan pandangan yang berbeda ketika hal itu relevan (Yasuda, 2023; Booth et al., 2024). Karena itu, mutu makalah tidak ditentukan oleh banyaknya kutipan, tetapi oleh ketepatan sumber dan kekuatan analisisnya.
Artikel ilmiah menyajikan hasil penelitian atau kajian untuk pembaca akademik dan biasanya disiapkan mengikuti ketentuan jurnal atau penerbit. Artikel penelitian empiris sering memuat abstrak, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan. Namun, susunan IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) bukan format universal. Analisis terhadap artikel STEM menemukan variasi struktur berdasarkan bidang dan jenis penelitian; sebagian artikel menggunakan susunan IMRAD, sedangkan yang lain menambah, mengubah urutan, atau tidak memakai susunan tersebut (Moskovitz et al., 2024). Penulis karena itu perlu mengikuti pedoman jurnal yang dituju, bukan menganggap satu format berlaku bagi semua disiplin.
Dalam artikel empiris, metode, proses analisis, dan hasil perlu dijelaskan dengan cukup terang agar pembaca dapat menilai bagaimana kesimpulan diperoleh. Gernsbacher (2018) mengaitkan pelaporan yang transparan dengan kejelasan dan kemungkinan penelitian direproduksi. Prinsip pelaporan juga perlu disesuaikan dengan pendekatan penelitian. APA, misalnya, menyediakan standar pelaporan terpisah untuk penelitian kuantitatif, kualitatif, dan metode campuran. Artinya, struktur artikel perlu mengikuti kebutuhan penelitian dan ketentuan jurnal, sambil tetap menyampaikan informasi penting secara akurat.
Laporan penelitian mendokumentasikan penelitian secara lebih lengkap, mulai dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode, sumber atau partisipan, analisis, hingga hasil, keterbatasan, dan rekomendasi. Laporan membantu pembaca menelusuri hubungan antara pertanyaan penelitian, cara pengumpulan data, dan kesimpulan. Informasi tentang prosedur serta sumber data perlu disajikan secara memadai agar temuan dapat dinilai secara kritis. Standar pelaporan seperti APA JARS menekankan bahwa kelengkapan informasi bergantung pada pendekatan penelitian yang digunakan.
Artikel ilmiah dan laporan penelitian dapat berasal dari penelitian yang sama, tetapi keduanya memiliki fungsi berbeda. Laporan biasanya mendokumentasikan proses dan temuan secara lebih terperinci, sedangkan artikel disusun untuk mengomunikasikan kontribusi tertentu kepada pembaca jurnal dan harus mengikuti batas serta pedoman penerbit. Dalam semua jenis tulisan, sitasi berfungsi memberi pengakuan kepada sumber dan membantu pembaca memeriksa dasar suatu gagasan. Penders (2018) mengingatkan bahwa rujukan harus relevan dengan klaim dan sebaiknya diperiksa dari sumber aslinya. Pedoman APA (2020) juga menempatkan ketepatan sitasi sebagai bagian dari etika penulisan ilmiah.
Sebelum mulai menulis, tentukan tujuan, pembaca, jenis bukti, dan pedoman yang akan diikuti. Pilih opini ketika hendak menyampaikan posisi kepada publik; makalah untuk membahas topik secara terstruktur; artikel ilmiah untuk menyebarluaskan hasil atau kajian melalui media akademik; dan laporan penelitian untuk mendokumentasikan proses serta temuan secara lengkap. Struktur akhir tetap perlu disesuaikan dengan arahan media, kampus, atau jurnal. Dengan menulis secara jelas, cermat, dan jujur, gagasan dapat dibagikan secara bertanggung jawab dan memberi manfaat lebih luas.
Daftar Pustaka
American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association (7th ed.). American Psychological Association.
American Psychological Association. (n.d.). Journal article reporting standards (JARS). https://apastyle.apa.org/jars
Booth, W. C., Colomb, G. G., Williams, J. M., Bizup, J., & FitzGerald, W. T. (2024). The craft of research (5th ed.). University of Chicago Press.
Gastel, B., & Day, R. A. (2024). How to write and publish a scientific paper (9th ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781009477529
Gernsbacher, M. A. (2018). Writing empirical articles: Transparency, reproducibility, clarity, and memorability. Advances in Methods and Practices in Psychological Science, 1(3), 403–414. https://doi.org/10.1177/2515245918754485
Goh, H.-H., & Bourne, P. (2020). Ten simple rules for writing scientific op-ed articles. PLOS Computational Biology, 16(9), e1008187. https://doi.org/10.1371/journal.pcbi.1008187
Moskovitz, C., Harmon, B., & Saha, S. (2024). The structure of scientific writing: An empirical analysis of recent research articles in STEM. Journal of Technical Writing and Communication, 54(3), 265–281. https://doi.org/10.1177/00472816231171851
Penders, B. (2018). Ten simple rules for responsible referencing. PLOS Computational Biology, 14(4), e1006036. https://doi.org/10.1371/journal.pcbi.1006036
Swales, J. M., & Feak, C. B. (2012). Academic writing for graduate students: Essential tasks and skills (3rd ed.). University of Michigan Press.
Yasuda, S. (2023). What does it mean to construct an argument in academic writing? A synthesis of English for general academic purposes and English for specific academic purposes perspectives. Journal of English for Academic Purposes, 66, 101307. https://doi.org/10.1016/j.jeap.2023.101307